Akan.. Akan.. dan Akan...

 AKAN, AKAN dan AKAN

Waktu  cepat sekali berlalu. Belum sempat berzikir di pagi, tau tau sudah siang. 

Belum sempat bersedekah di pagi hari tau tau matahari sudah meninggi.

Rencana jam 8.00 pagi akan  Shalat Dhuha, tau tau Azan Dzuhur sudah berkumandang.

Rencana setiap pagi tadarus 1 juz, belum terlaksana, Al-Quran pun sudah mulai berdebu tak tersentuh.

Rencana ingin selalu menambah hafalan 1 ayat, 1 doa dan 1 Hadits, inipun belum dilakukan tau tau sudah harus pakai kacamata baca.

Rancana ingin  selalu bangun tengah malam Tahajjud dan Witir, inipun hanya angan-angan.

Akan, akan dan akan terus. Rencana tinggal rencana.

Janji tinggal janji.

Akan, akan dan akan beginikah terus menerus, hidup hanya menghabiskan  umur, berlomba  dengan usia, tiba tiba sudah ubanan, kulit mulai berkeriput, mulai sakit sakitan, lutut melemah, punggung sulit dibawa pergi. 

Dahulu yang suka memakai parfum, kini berganti balsem dan minyak kayu putih.

Kini  usia tidak muda lagi, sudah di atas 50 tahunan, sebentar lagi berkepala 6.

Bayi tetangga yang dahulu mungil lucu dan sering kita gendong, kini sudah menikah dan ada yang sudah punya anak.

TRUE STORY:

1. Beberapa tahun yang lalu,  menyapa kita dengan panggilan Abang, kini kita disapa dengan panggilan Om, Tante, Opa, Kakek atau Nenek dan panggilan lainnya yang menunjukkan kita sudah "bau tanah".

Bau Tanah !!!? Ya ! bau tanah !!!

Itulah ungkapan yang ingin mengingatkan kita bahwa kita tidak akan lama lagi akan menjadi "penghuni tanah".

2. Rasulullah SAW mengingatkan:

لا تقوم الساعة حتى يتقارب الزمان:

فالسنة كالشهر والشهر كالجمعة  والجمعة كاليوم واليوم كالساعة والساعة كالضرمة من النار. 

Artinya:

"Dunia tidak akan Kiamat, sebelum engkau merasakan waktu itu sangat cepat berlalu, masa saling berlomba, sehingga satu tahun itu dirasakan seolah olah 1 bulan.

Satu bulan dirasa hanya 1 Jumatan saja.

Satu Jumatan atau sepekan, dirasa hanya 1 hari.

Satu hari dirasa hanya 1 jam.

Satu jam dirasa seperti kilatan cahaya saja".

(Hadits Sahih Muttafaq Alaih).


Demikian Rasul SAW mengingatkan kita.

Sungguh kini telah terasa waktu itu cepat sekali berlalu.


POINTERS:

1. Kemana dan apa saja yang telah dibuat selama 30, 40, 50 atau 60 tahun yang telah  kita lewatkan ?

2. Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang agar  pagi, siang, sore dan malam atau perlu berapa pekan,  bulan, dan tahun lagikah agar kita bisa melaksanakan apa yang sudah kita rencanakan, inginkan untuk kita lakukan sebagai  bekal kita untuk menjadi "penghuni tanah"  yang disebut BARZAH itu ?

3. Kini, hari ini,  masih ada kesempatan, masih ada sisa umur, meski kita tidak tahu kapan kita harus pindah dari Alam Fana ini ke Alam Baka yang memang sudah menanti kita.

4. Perbanyaklah:

    -istighfar, dzikir, dan tasbih.

    -Duha, Tahajjud, Witir. - Baca Al-Quran.

    - Sedekah, 

    - Rajin beri makan miskin, 

    - Bersilaturrahim.

    - Shalat Taubat,

    - dan besuk yang sakit atau ke rumah duka jika ada yang meninggal.

Semoga Allah SWT anugerahkan kita "Husnul Khaatimah" jauh dari "Suu ul Khaatimah". 


Dan senantiasa pula Allah membimbing kita untuk selalu eling  mengingat Allah, bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya pada Allah SWT.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك .

Sumber : Anonim Group WA

/Juli Hartono 10051445

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Majelis Taklim Masjid An Nida

Jadwal Sholat Jum'at